RajaKomen
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Ketika Janji Besar Mulai Diajukan Untuk Ditagih

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Ketika Janji Besar Mulai Diajukan Untuk Ditagih

3 Nov 2025
431x
Ditulis oleh : FDT

Memasuki fase satu tahun sejak pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (20 Oktober 2024), publik dan pengamat mulai mengevaluasi: sejauh mana janji-besar yang dilontarkan dalam kampanye nyata dirasakan oleh masyarakat? Mantan calon presiden Anies Baswedan turut angkat suara, menegaskan bahwa rakyat berhak menagih (accountability) janji kampanye yang telah disampaikan.

Capaian nyata & indikator

Pemerintahan Prabowo-Gibran menampilkan sejumlah hasil awal yang bisa disebut mengarah ke arah positif:

Menurut pernyataan resmi, sejumlah program unggulan seperti “Makan Bergizi Gratis (MBG)”, “Cek Kesehatan Gratis (CKG)”, dan “Koperasi Merah Putih” telah diluncurkan. 

Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 tercatat sekitar 5,12 % dengan inflasi terkendali di kisaran 2,6 %. 

Survei publik menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan tersebut cukup tinggi: lembaga ‎Poltracking Indonesia mencatat angka 78,1 % responden yang menyatakan puas. 

Namun, lembaga ‎Center for Economic and Law Studies (CELIOS) memberi nilai rendah: rata-rata 3 dari 10 untuk kinerja satu tahun, dan mayoritas responden menyebut hanya “sedikit” janji yang terealisasi. 


Kritik dan sorotan Anies Baswedan

Anies Baswedan menyoroti bahwa meskipun ada program yang berjalan, hal itu belum cukup untuk menjawab kebutuhan dasar rakyat: pekerjaan, akses pangan, dan perumahan. Ia menyatakan:

  1. “Urusan makan belum selesai, urusan kerja makin sulit, dan urusan masa depan anak muda masih gelap.” 
  2. Dalam forum dialog publik, Anies juga menegaskan bahwa rakyat bukan hanya memilih pemimpin, tetapi turut menaruh harapan pada visi dan program yang ditawarkan maka “penagihan” terhadap janji tersebut adalah hal wajar. 
  3. Pengamat kemudian mencatat bahwa menurut beberapa kajian, realisasi janji-kampanye pemerintahan baru ini baru mencapai sekitar 20 % sebuah angka yang menjadi dasar kritik Anies. 

Mengapa ada jarak antara janji dan perasaan masyarakat?

Beberapa faktor yang dapat menjelaskan perbedaan antara capaian resmi dan persepsi publik:

Program-program besar memerlukan waktu lebih panjang untuk merealisasi hingga menyentuh skala nasional dan terasa oleh masyarakat akar rumput.

Survei CELIOS dan lainnya menunjukkan bahwa banyak publik merasa bahwa kebijakan belum “menyentuh” masalah pokok, seperti pengangguran, pendidikan, dan tata kelola hukum. 

Komunikasi dan transparansi implementasi program juga menjadi sorotan: masyarakat menuntut data dan bukti nyata, bukan hanya pengumuman. Anies bahkan mendorong supaya menagih janji bukan stigma negatif tetapi bagian dari akuntabilitas demokrasi. 

Kenapa penagihan janji penting?

1. Kontrak sosial antara pemimpin dan rakyat. Janji kampanye bukan sekadar retorika, melainkan komitmen politik yang diharapkan dirasakan dampaknya.

2. Pengukuran akuntabilitas. Dengan menagih janji, publik membantu memastikan bahwa eksekusi lebih dari sekadar perencanaan.

3. Menguatkan kepercayaan publik. Jika rakyat merasakan manfaat nyata, legitimasi pemerintahan semakin kuat; sebaliknya, ketidakrasaan dapat menurunkan kepercayaan.

4. Memicu percepatan eksekusi. Tekanan publik bisa menjadi stimulus untuk mempercepat realisasi, memperbaiki hambatan birokrasi dan implementasi.

Kesimpulan

Setelah satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, boleh dibilang hasil-awal sudah terbentuk dan beberapa indikator menunjukkan arah yang positif. Namun, kritik dari Anies Baswedan dan data survei menunjukkan bahwa janji-besar kampanye belum sepenuhnya terasa oleh masyarakat dalam skala yang memuaskan.

Rakyat, sebagaimana disampaikan Anies, berhak menagih agar janji kampanye menjadi kenyataan, bukan hanya wacana.

Ke depan, penting bagi pemerintahan agar: memperkuat implementasi program di wilayah-wilayah yang belum terjangkau, memperjelas data dan angka capaian kepada publik, serta terus membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan.

Jika hal ini dilakukan, maka satu tahun berikutnya bisa menjadi momentum transformasi yang makin nyata bukan hanya dalam headline, tapi dalam kehidupan sehari-hari rakyat.

Baca Juga:
Teknologi Voice Command pada Honda HR-V dan Efisiensi Interaksi Pengemudi: Analisis Desain Dashboard Honda HR-V Dengan Layar Digital Modern

Teknologi Voice Command pada Honda HR-V dan Efisiensi Interaksi Pengemudi: Analisis Desain Dashboard Honda HR-V Dengan Layar Digital Modern

Tips      

23 Jun 2026 | 117


Perkembangan teknologi otomotif modern telah membawa perubahan signifikan dalam cara pengemudi berinteraksi dengan kendaraan. Salah satu inovasi yang semakin penting dalam sistem dashboard ...

Apakah iPhone 13 Pro Max Masih Layak Dibeli di Tahun 2025?

Apakah iPhone 13 Pro Max Masih Layak Dibeli di Tahun 2025?

Gadget      

14 Feb 2025 | 1562


Saat ini, dunia teknologi berkembang dengan sangat cepat. Setiap tahun, Apple merilis iPhone terbaru dengan fitur-fitur yang semakin canggih. Namun, tidak semua orang selalu ingin atau ...

Tes Online IELTS untuk Pemula: Jangan Coba Sebelum Baca Ini!

Tes Online IELTS untuk Pemula: Jangan Coba Sebelum Baca Ini!

Pendidikan      

22 Maret 2025 | 465


Tes Online IELTS merupakan salah satu langkah awal penting bagi Anda yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri atau bekerja di negara berbahasa Inggris. Sementara itu, kursus atau ...

Jadwal Ujian Pascasarjana Universitas Terbuka: Tes Masuk dan Wawancara

Jadwal Ujian Pascasarjana Universitas Terbuka: Tes Masuk dan Wawancara

Pendidikan      

26 Apr 2025 | 736


Universitas Terbuka (UT) sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang terkenal di Indonesia, menawarkan program pascasarjana bagi para profesional yang ingin melanjutkan pendidikan ...

Viral

Meningkatkan Brand Awareness Anda Dengan Jasa Viral dari Rajakomen.com: Strategi Viral untuk Brand yang Efektif

Tips      

17 Mei 2025 | 414


Strategi viral untuk brand awareness saat ini menjadi salah satu pendekatan paling populer di kalangan pemasar dan pemilik usaha. Dengan perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin ...

Membangun Harapan: Jenderal Dudung Abdurachman dan Proyek KPR untuk Prajurit TNI AD

Membangun Harapan: Jenderal Dudung Abdurachman dan Proyek KPR untuk Prajurit TNI AD

Tips      

14 Agu 2025 | 631


Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk prajurit TNI AD melalui skema Tabungan Wajib Perumahan (TWP) menjadi sorotan sejak awal, penuh polemik dan dinamika. Namun di tengah ketegangan ...

Copyright © KabarCepat.com 2018 - All rights reserved