rajabacklink
Perbedaan Rumah KPR Subsidi dan KPR Non Subsidi

Perbedaan Rumah KPR Subsidi dan KPR Non Subsidi

4 Maret 2020
425x
Ditulis oleh : FDT

Rumah adalah salah satu keperluan utama bagi setiap keluarga. Terutama untuk pasangan yang baru menikah, banyak sekali dari mereka yang akan meninggali sebuah rumah yang akan mereka tempati. Tetapi yang menjadi masalah adalah harga lokasi tinggal dari hari kehari semakin melambung tinggi. Jika menunggu sampai dana terkumpul akan membutuhkan waktu yang lama guna dapat melakukan pembelian sebuah rumah, terlebih bagi mereka yang berpenghasilan tidak terlalu tinggi.

Oleh karena itu tidak sedikit sekali penawaran kredit tempat tinggal sebagai jalan keluar persoalan kepemilikan tempat  tinggal di masyarakat. Berdasarkan pemberi kredit jenis tempat tinggal KPR di Indonesia terdapat 2 jenis yaitu KPR Subsidi dan Non Subsidi. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah suatu fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada para nasabah perorangan yang akan membeli atau memperbaiki rumah.

KPR Subsidi

Adalah kredit yang diperuntukkan kepada masyarakat yang memiliki penghasilan menengah kebawah dalam rangka memenuhi kebutuhan perumahan atau perbaikan rumah yang telah dimiliki. Bentuk subsidi yang diberikan berupa Subsidi meringankan kredit dan subsidi menambah dana pembangunan atau perbaikan rumah. Kredit subsidi ini diatur tersendiri oleh pemerintah, sehingga tidak semua masyarakat yang mengajukan kredit dapat diberikan fasilitas ini. Dan secara umum batasan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam memberikan subsidi adalah penghasilan pemohon dan maksimum kredit yang diberikan.

Kredit ini ada, guna untuk memenuhi keperluan rumah untuk mereka yang belum mempunyai rumah ataupun perbaikan rumah untuk mereka yag sudah mempunyai rumah tetapi tidak layak huni. Format subsidi yang diberikan pada KPR ini ada 2 jenis :

  • Subsidi diberikan untuk meringankan kredit dimana pemerintah membantu Anda untuk membayar jumlah cicilan yang seharusnya Anda bayar.
  • Pemerintah menolong dana terhadap pembangunan ataupun perbaikan lokasi tinggal Anda hingga Anda tidak perlu membayarkan keseluruhan ongkos pembangunan atau ongkos perbaikan.

Karena pemberi subsidi ini adalah pemerintah maka kredit subsidi ini diatur tersendiri oleh pemerintah, karena KPR ini menyasari masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah sehingga tidak semua masyarakat bisa memperoleh kemudahan ini.

KPR Non Subsidi

KPR non subsidi disebut juga dengan KPR konvensional. Dimana KPR ini diberikan bagi seluruh masyarakat yang memenuhi syarat. Ketentuan KPR ini ditentukan oleh Bank, sehingga penentuan besarnya kredit maupun suku bunga ditentukan sesuai kebijakan bank yang bersangkutan, tidak ada campur tangan dari pemerintah.

Secara Umum persyaratan dan ketentuan yang diperlakukan oleh bank untuk nasabah yang akan mengambil KPR relatif tidak sama. Baik dari sisi administrasi maupun dari sisi penentuan kredit. Untuk mengajukan KPR, pemohon harus melampirkan :

  1. Warga negara Indonesia
  2. Berusia minimal 18 tahun atau sudah menikah
  3. KTP suami dan istri (bila sudah menikah)
  4. Kartu Keluarga
  5. Keterangan penghasilan atau slip gaji
  6. Laporan keuangan (untuk wiraswasta)
  7. NPWP Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 100 juta)
  8. SPT PPh Pribadi (untuk kredit diatas Rp. 50 juta)
  9. Saat kredit lunas maksimal untuk karyawan harus berusia 55 tahun dan  untuk pengusaha atau profesional 65 tahun

Dalam penjelasan dan pengertian diatas mungkin sudah memberi sedikit kejelasan mengenai apa yang dimaksud KPR Subsidi dan KPR Non Subsidi. Berikut ini ada beberapa perbedaan standar tempat tinggal subsidi dan non subsidi untuk memperjelas pemahaman Anda :

Segi KPR

Dari segi KPR ini perbedaannya adalah dari sisi suku bunga. Untuk KPR Subsidi, pemerintah menyerahkan subsidi atau bantuan terhadap suku bunga bunga KPR di bank hingga mendapatkan yang lebih murah. Sedangkan untuk KPR Non Subsidi, suku bunga KPR mengikuti arah pasar. Dan angsurannya pun bisa memilih yang flat (ini disediakan oleh bank syariah) maupun yang non flat (bank konvensional).  

Segi Harga Jual

Harga jual dari lokasi tinggal tersebut memiliki perbedaan yang mudah terlihat. KPR Subsidi, bunga kredit akan ditentukan oleh pemerintah. Dengan demikian cicilan menjadi flat selama masa kredit berlangsung. Sedangkan KPR Non Subsidi memiliki harga yang lebih tinggi dengan suku bunga yang lebih tinggi juga

Segi Spesifikasi

Untuk KPR Non Subsidi, spesifikasi tempat tinggal tentunya jauh diatas standar kompleks bersubsidi. Untuk jenis spesifikasinya setiap developer perumahan tentunya menawarkan jenis yang berbeda-beda cocok dengan harga dari perumahan tersebut sendiri. Sedangkan untuk KPR Subsidi spesifikasi tempat tinggal tentunya harus mengikuti standart dari Pemerintah untuk dapat masuk kedalam rumah layak huni.

Segi Kemudahan Rumah

Kemudahan mendapatkan rumah dilihat dari sisi harga rumah. Walau harga bukan satu-satunya faktor utama tetapi harga tetap menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting, karena harga dan suku bunga yang lebih tinggi, kondisi bangunan tempat tinggal KPR Non Subsidi lebih banyak unit ruangannya, sudah termasuk dapur juga. Tetapi tidak demikian dengan tempat tinggal dengan fasilitas pembelian KPR Subsidi. Di KPR Subsidi Anda akan mendapatkan tempat tinggal dengan unit ruangan kamar tidur, kamar mandi, dan ruang tamu. Jika Anda ingin membangun dapur, Anda harus mengeluarkan dana ekstra. Atap dan teras lokasi tinggal KPR Subsidi seringkali hanya apa adanya saja.

Segi Lokasi

Untuk tempat tinggal KPR Non Subsidi terletak di lokasi-lokasi strategis, mudah dijangkau, dan tidak sejauh kompleks bersubsidi. Perumahan bersubsidi biasanya tidak bertempat di tengah kota dan pada umumnya terletak di pinggiran kota atau di wilayah yang belum atau sedang berkembang dimana harga tanah didaerah tersebut masih murah.

Segi Tipe Bangunan

Untuk tempat tinggal KPR Non Subsidi minimal tipe 36 sedangkan tempat tinggal bersubsidi maksimal ialah tipe 36.

Segi Jalanan perumahan

Jalanan di kompleks dengan KPR Non Subsidi biasanya berupa cor, aspal atau koblok. Sementara untuk jalanan kompleks dengan KPR Subsidi pada umumnya ialah pengerasan atau jalan tanah.

Segi Renovasi dan harga Jual Kembali

Jika Anda memiliki rumah dengan tipe Non Subsidi, seringkali boleh merenovasi sesuka hati dan harga jualnya pun akan lebih bervariatif. Biasanya, eskalasi harga pada tempat tinggal non subsidi lebih cepat daripada tempat tinggal bersubsidi. Sementara untuk tempat tinggal bersubsidi, seringkali tidak diijinkan untuk mengerjakan renovasi bangunan sekitar 2 tahun pertama. Apabila tempat tinggal tersebut akan dipasarkan tetapi kredit belum lunas atau istilah over kredit tempat tinggal KPR, maka harga jual harus mengikuti harga tempat tinggal bersubsidi lainnya yang berlaku diwilayah tersebut.

Itulah beberapa perbedaan tempat tinggal KPR Subsidi dan Non Subsidi.  Baik itu tempat tinggal KPR Subsidi atau Non subsidi keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Bagi Anda yang ingin lebih banyak mengetahui informasi untuk mewujudkan rumah idaman dengan cara KPR terbaik, Anda dapat mengikuti bermacam informasinya hanya di CekAja.com.

https://www.cekaja.com/kredit/news/165210-ini-cara-dan-syarat-mendapatkan-pinjaman-bank-mayapada.html

Berita Terkait
Baca Juga:
Beberapa Fakta Tentang Emas Hijau

Beberapa Fakta Tentang Emas Hijau

Tips      

18 Mei 2020 | 623


Emas adalah salah satu bahan atau material yang hingga kini menjadi unggulan untuk membuat perhiasan. Emas ternyata bukan hanya terdiri dari warna kuning yang kita ketahui. Emas ternyata ...

Berbagai Keuntungan Menggunakan Aplikasi Layanan Kesehatan SehatQ.com

Berbagai Keuntungan Menggunakan Aplikasi Layanan Kesehatan SehatQ.com

Gadget      

6 Jan 2020 | 1160


Berbagai Keuntungan Menggunakan Aplikasi Layanan Kesehatan SehatQ.com - Kondisi kesehatan yang sedang tidak baik kadang membuat kita tidak mungkin untuk keluar rumah senidrian. ...

Jenderal Andika Perkasa Calon Kuat Nomor Satu Panglima TNI dengan Segudang Prestasi

Jenderal Andika Perkasa Calon Kuat Nomor Satu Panglima TNI dengan Segudang Prestasi

Tips      

6 Sep 2021 | 446


Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada November mendatang akan pension. Dan dua calon kuat penggantinya adalah KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono. ...

Siapa Sangka, Inilah 7 Manfaat Kayu Putih!

Siapa Sangka, Inilah 7 Manfaat Kayu Putih!

Obat Herbal      

29 Jan 2020 | 539


Siapa yang tidak tahu minyak kayu putih? Ya, minyak kayu putih sering kita cari saat badan terasa dingin bukan? Namun, siapa sangka selain bisa menghangatkan tubuh, minyak kayu putih ...

Manfaat Logo Dalam Membangun Brand Suatu Produk atau Jasa

Manfaat Logo Dalam Membangun Brand Suatu Produk atau Jasa

Tips      

2 Okt 2021 | 309


Membangun sebuah brand adalah hal yang sangat penting dalam memulai sebuah bisnis. Hal ini agar konsumen dengan mudah mengenal, mengingat dan mempercayai bisnis tersebut. Dengan menggunakan ...

Ingin Keuangan Tetap Lancar? Ikuti Tips ini

Ingin Keuangan Tetap Lancar? Ikuti Tips ini

Tips      

2 Feb 2020 | 566


Keuangan merupakan aspek penting di dalam kehidupan. Dengan lancarnya keuangan yang dimiliki, hal itu tentu dapat memberikan kebahagiaan tersendiri. Hidup memang penuh dengan kejutan dan ...

Copyright © KabarCepat.com 2018 - All rights reserved